Umat Muslim dan Nasrani yang merupakan dua agama mayoritas di dunia memegang peranan yang sangat signifikan dalam menentukan kondisi perdamaian dunia.  Tidak dapat dipungkiri fakta ribuan konflik dan pertumpahan darah di masa lalu dan masa kini yang terjadi  di seluruh penjuru dunia atas  nama kedua agama ini. Maka dari itu dibutuhkan suatu suasana dialogis di mana para pemimpin kedua agama ini dapat saling bekerjasama dan menemukan titik temu antar kedua ajaran agama, yang pastinya akan berdampak luas pada semua penganut kedua agama ini di seluruh dunia.

Sebuah Persamaan di Antara Kami dan Kamu, merupakan kesepakatan dan pesan dari perwakilan hamper seluruh denominasi, cendikiawan, ulama, dan intelektual Islam di dunia yang berisikan pernyataan dasar yang sama dalam Kristen dan Islam atas dasar teologi paling solid yang paling mungkin didapatkan: pengajaran dari Al Qur’an dan Sang Nabi Muhammad SAW, dan hukum-hukum yang diuraikan oleh Isa Al Masih (Yesus Kristus) dalam Injil (Alkitab).

Sebuah Persamaan di Antara Kami dan Kamu mengambil prinsip teologis yang sangat mendasar dari kedua kepercayaan ini yakni  kasih kepada Allah yang Maha Esa, dan kasih kepada sesama. Prinsip-prinsip ini ditemukan berulang kali di dalam kitab  suci Islam dan Kristen. Kesatuan Allah, pentingnya kasih kepada Dia, dan pentingnya kasih kepada sesama dengan demikian menjadi dasar yang sama dalam Islam dan Kristen.

Dalam Kitab suci Al Qur’an, Allah Yang Maha Tinggi memerintahkan kaum Muslim untuk memberikan seruan berikut kepada kaum Nasrani (dan Yahudi—Ahli Kitab): Katakanlah: Hai, ahli kitab, marilah kamu kepada kalimat yang bersamaan antara kami dan antara kamu, (yaitu) bahwa tiada yang kita sembah kecuali Allah dan tiada kita mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun dan tiada setengah kita mengangkat yang lain menjadi Tuhan, selain, dari Allah. Kalau mereka berpaling, kamu  katakanlah   (kepadanya): Jadi saksilah kamu, bahwa kami orang orang Islam.  (Ali Imran 3:64)

Sebuah Persamaan di Antara Kami dan Kamu mengundang kaum Nasrani untuk mengingat kata-kata Isa Almasih  di dalam Injil (Markus 12:29-31): “….Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. / Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. / Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”

Sangat menarik di sini bahwa dalam kutipan Surah Ali Imran jelas dikatakan bahwa tiada yang kita sembah kecuali Allah dan tiada kita mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun dan tiada setengah kita mengangkat yang lain menjadi Tuhan, selain, dari Allah.

Ini merupakan pengakuan  umat Muslim akan Allah Yang Esa yang juga disembah oleh umat Nasrani, di mana kemudian dipertegas dengan mengutip ajaran dari Taurat dan dari Injil yakni Isa sendiri, untuk menyembah Allah Yang Esa. Dengan demikian jelaslah salah satu prinsip teologis dalam hubungan Muslim-Nasrani pengakuan bahwa Allah yang disembah adalah Allah Yang Esa yang sama.

Mengenai kasih terhadap sesama dalam Al-Qur’an dikatakan : “Tidak seorang pun dari kamu memiliki iman sampai kamu mengasihi sesamamu sebagaimana kamu mengasihi dirimu sendiri.”

 Dan di dalam Injil mengenai kasih terhadap sesama Isa Almasih berkata : “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: ‘Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius 22:38-40)

Dengan mengutip ayat-ayat ini, maka para pemimpin Islam dalam ‘Sebuah Persamaan di Antara Kami dan Kamu’ mengatakan kepada kaum Nasrani bahwa pemimpin Islam  dan Islam tidak melawan umat Nasrani dan dalam pemahaman mereka terhadap ajaran Isa Almasih umat Nasrani juga tidak diajarkan oleh Isa untuk melawan Islam.

Sebuah Persamaan di Antara Kami dan Kamu juga mengatakan  bahwa kaum Muslim mengakui Isa sebagai Mesias atau Almasih dalam pandangan Islam seperti dalam kutipan : Al-Masih, Isa anak Maryam, hanya rasul Allah dan kalimat-Nya, disampaikan-Nya kalimat itu kepada Maryam beserta roh daripada-Nya…. (Al Nisa, 4:171). Pernyataan Isa sebagai rasul Allah, kalimat Allah dan roh Allah merupakan pernyataan yang tidak melawan Isa sendiri melainkan meneguhkan Isa sebagai Almasih sebagaimana yang diyakini pula oleh umat Nasrani.

Dengan mengutip ayat-ayat tersebut di atas, jelas sekali persamaan-persamaan di atas   dapat menjadi basis dialog teologis umat Muslim-Nasrani..

Jika kasih terhadap Allah dan kasih terhadap sesama menjadi dasar untuk semua dialog yang dilakukan, maka konflik bisa diselesaikan dengan hati yang penuh kasih, dan dengan tetap memegang hukum Allah untuk menjelaskan keyakinan dengan penuh hormat dan welas asih kepada orang yang berbeda agama.

Kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama juga harus nyata dalam kehidupan umat beragama yang berbeda dalam hidup  sehari-hari, dalam hubungan atasan dan bawahan, guru dengan murid, antar tetangga, sesama penjual kaki lima, pelayanan kesehatan dan pendidikan, dan semua aspek kehidupan lainnya. Kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama akan membuat kita tidak membeda-bedakan orang dan melakukan kebaikan tanpa memandang suku, agama, jenis kelamin atau status sosialnya.

Maka penting sekali bahwa Sebuah Persamaan di Antara Kami dan Kamu bisa disebarluaskan hingga ke tataran akar rumput masyarakat awam, agar orang awam juga mudah untuk mengerti persamaan yang ada antara Muslim-Nasrani dan dapat berelasi dengan selayaknya sebagaimana dijelaskan dalam kitab suci, sehingga tidak mudah terprovokasi dengan isu agama dan menimbulkan konflik dan pertumpahan darah yang seharusnya tidak perlu terjadi.

Sebelum bisa sampai ke tataran awam, maka tentulah para pemimpin agama Islam dan Kristen yang terlebih dahulu bertanggungjawab untuk mempelajari dan menyebarluaskan dokumen ini. Besar harapan bahwa akan muncul ke depannya dialog-dialog antar umat beragama, baik dalam level intelektual antar pemuka agama,  maupun dalam tataran akar rumput yang bernuansa dialogis dan berbasiskan  pada kebenaran yang terkandung dalam Sebuah Persamaan di Antara Kami dan Kamu.

Mari kita tambahkan selalu kasih kita kepada Allah dan kasih kepada sesama demi menuju perdamaian dunia.

Check A Common Word document at: www.acommonword.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s